
"Pelangi - pelangi alangkah indahmu..
merah, kuning, hijau di langit yang biru..
pelukismu agung, siapa gerangan..
pelangi - pelangi, ciptaan Tuhan.. "
Kalo denger lagu ini, kita jadi ingat sebuah pelangi bukan??
indahnya warna angkasa yang satu ini, memang tidak bisa dinikmati setiap saat lho..
Kalian tahu??
Pasti dunk.. Karena pelangi itu hanya bisa kita lihat saat sehabis hujan..
Kenapa bisa begitu ya??
Gini - nih..
Perlu kalian ketahui..
Pelangi itu dapat terjadi karena efek tyndall..
Apa itu efek tyndall??
Efek tyndall adalah penghamburan cahaya.
Jadi sebenarnya pelangi itu tersusun atas penghamburan cahaya - cahaya matahari sehabis hujan yang tepat mengenai frekuensi warna langit bumi. Frekuensi warna langit ada dua. Saat matahari berada pada frekuensi tinggi, maka warna langit akan berubah menjadi warna merah keoranyean karena efek penghamburan cahaya. Sedangkan jika matahari berada pada frekuensi rendah, maka warna langit akan berubah menjadi warna ungu kebiru - biruan.
Contohnya dalam kehidupan kita sehari - hari..
Saat pagi hari, langit akan berwarna merah keoranyean. Itu berarti cahaya matahari berada pada frekuensi tinggi.. Begitu pula sebaliknya di sore hari.
Nah, sekarang kalian sudah tahu kan??
Jadi, kalau terjadi pelangi.. Matahari berada di frekuensi mana hayoo??
Coba kalian jawab ya!!
Tengkyu^^